Pageloader

Sistem Karma

//Sistem Karma

SISTEM KARMA

‘Mastering Karmic force is Secret Weapons to conquer the most part of adversity and more than that, using this technique triggers miracles from Higher force’

Menguasai kekuatan Karma adalah Senjata Rahasia untuk menaklukkan sebagian besar kesulitan dan lebih dari itu, penggunaan teknik ini memicu munculnya keajaiban dari kekuatan yang lebih tinggi’ ~Pradj

Sistem Karma adalah Suatu kesatuan yang terdiri dari sekelompok komponen/ elemen sebab yang saling terhubung, terintegrasi dan terkait satu sama lain yang saling bekerja untuk membentuk dan memunculkan suatu akibat karma tertentu

Sistem Karma yang merupakan salah satu elemen pembentuk jalan Nasib didalam Sistem kerja Nasib di semesta juga memiliki pola keteraturan, pola tetap, pasti dan mengikat yang biasa dikenal sebagai Hukum Karma. Hukum Karma ini Mutlak ada untuk memfungsikan Keadilan berlaku diseluruh semesta tanpa memandang status, latar belakang, negara asal, agama, keyakinan, suku maupun budaya.

Fenomena Sistem Karma disemesta, sebagiannya telah diteliti dan dipelajari oleh konsultan, namun akan menjadi hal yang sangat rumit dan sulit dipahami oleh orang awam karena untuk bisa memahami kerumitan sistem ini secara jernih, diperlukan bakat khusus, bukan sekedar kecerdasan dibidang matematika. Karena konsultan secara Astrology berasal dari ’Planet Uranus’ yang sangat sensitif dengan Karma maka dengan mudah Konsultan bisa memahami sistem kerja karma ini. Sistem Karma yang dijelaskan dalam artikel ini bukan lah sistem kerja karma secara keseluruhan melainkan hanya pengetahuan karma penting yang spesifik berkaitan dengan Nama, karena akan lebih terkontrol dan bisa dijabarkan secara praktis sehingga lebih mudah dipahami.

Pada umumnya oleh masyarakat, Karma hanya diartikan sebagai hukum Sebab-Akibat dari suatu Tindakan/Perbuatan yang terlihat dan disadari. ‘Apa yang kamu tabur, itulah yang kamu tuai’ merupakan hukum Karma Tindakan yang dikenal secara umum. Petani yang menabur/menanam benih Padi maka kelak akan mencapai masa panen lalu akan menuai Padi tersebut. Menanam pohon mangga maka kelak panen Buah mangga. Menanam pohon jeruk maka panen Buah jeruk. Menanam kebaikan maka panen Buah kebaikan. Menanam kejahatan maka panen Buah kejahatan. Karma Tindakan juga dikenal dengan istilah Karma Pembalasan contohnya suatu tindakan kebaikan maka akan dibalas dengan tindakan kebaikan pula dan berlaku pula sebaliknya, suatu tindakan kejahatan maka akan dibalas dengan tindakan kejahatan pula, dimana waktu pembalasannya, dibalas disaat itu juga ataupun dibalas pada waktu tertentu dimasa depan.

Hukum Karma yang dikenal di masyarakat seolah-olah menerangkan bahwa Karma hanya bekerja untuk memfungsikan Keadilan. Namun lebih dari itu, Sistem kerja Karma disemesta memfungsikan lebih banyak dan lebih rumit dari pandangan umum tersebut. Selain itu pada masyarakat dengan keyakinan tertentu juga meyakini bahwa Karma juga bisa berasal dari sebab perbuatan dari suatu masa dikehidupan sebelumnya (reinkarnasi). Ini memang benar namun Sistem kerja Karma memfungsikan lebih banyak dan lebih rumit dari pandangan tersebut.

Karma bukan semata-mata tentang hukum Keseimbangan dan Keadilan namun karma juga perlu diartikan sebagai sumber Masalah dan Kesulitan yang terus-menerus muncul dan dibawa oleh manusia sejak kelahirannya ataupun karena keberadaannya disemesta. Pengetahuan tentang Karma yang telah berkembang, tidak melulu Karma disebabkan oleh Tindakan yang terlihat dan disadari, namun Karma juga bisa berupa suatu respon dari Motive maupun Kehendak dari Pikiran Bawah sadar untuk melakukan tindakan itu sendiri yang tidak dapat dikendalikan oleh pikiran sadar. Munculnya suatu respon dari Motive dan Kehendak itu sendiri adalah Karma, yaitu karma yang berasal dari Pikiran Bawah sadar yang dipengaruhi dan disebabkan oleh Energi Nama, sehingga Nama menjadi musabab yang sangat menentukan dan menghasilkan sebagian Karma tertentu.

Misalnya seseorang yang bernama Stevan, nama ini oleh pikiran bawah sadar akan diartikan sebagai seseorang yang memiliki Motive untuk memaksakan keinginan, melakukan pendekatan dengan keras ketus, dan memililki Kehendak yang Agresif seperti ingin berperang dan berkonflik untuk suatu tujuan. Motive dan Kehendak yang muncul akan direspon oleh Karma Pembalasan sehingga orang-orang disekitarnya akan memperlakukan Stevan dengan pendekatan yang keras ketus, memaksakan keinginan dan agresif seperti ingin berperang dan berkonflik walaupun Stevan sendiri awalnya melakukan pendekatan dengan lembut, persuasif, tidak memaksa bahkan berdiam diri namun Karma akan terus merespon Motive dan Kehendak yang berasal dari Nama ini tanpa mempedulikan tindakan orang tersebut walaupun orang tersebut sudah berdiam diri dan tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan konflik.

Nama yang memiliki peran penting untuk menghasilkan Karma berupa suatu Respon dari Motive, Kehendak maupun suatu Pola Energy cosmic tertentu merupakan Pengetahuan baru didalam Sistem Karma yang memberikan kontribusi pada pengetahuan di semesta.

Melalui serangkaian penelitian tentang karma, maka konsultan mengelompokkan Karma melalui beberapa kategori.

A. Berdasarkan Sumber penyebabnya, Karma bisa dibedakan menjadi :

  1. Karma Tindakan
  2. Karma Nama
  3. Karma Interaksi antar individu (misal Pernikahan, Hubungan-hubungan sosial)
  4. Karma Waktu Kelahiran pribadi (tgl-bln-thn kelahiran pribadi termasuk reinkarnasi)
  5. Karma Waktu Tertentu (waktu kontemporer/ tanggal tertentu saat Pernikahan, waktu/ tanggal saat pendirian perusahaan)
  6. Karma Orang Tua/Keluarga (salah satu The Greater Force)

Karma yang dipandang sebagai sumber Masalah dan Kesulitan, berasal dari pengetahuan tentang karma berdasarkan tingkat Aggresivitasnya.

B. Berdasarkan tingkat Agressivitasnya, Karma dibedakan menjadi :

  1. Karma Aktif, yang terdiri dari :
    1. Karma Aktif-Negatif
    2. Karma Aktif-Positif
  2. Karma Pasif

 

 

KARMA AKTIF

Karma Aktif adalah Karma yang bersifat agresif dan dinamis yang secara rutin mendatangi aktivitas keseharian manusia dengan frekuensi yang berulang-ulang serta memunculkan efek permasalahan dan kesulitan ataupun sebaliknya memunculkan efek kemudahan dan keberuntungan. Karma Aktif dibagi menjadi 2, yaitu Karma Aktif Negatif dan Karma Aktif Positif. Keberadaan manusia pada kehidupan akan terikat dengan karma ini.

  1. Karma Aktif-Negatif

Karma Aktif Negatif adalah Jenis karma yang berfungsi memunculkan Kesulitan-kesulitan dan Masalah yang tidak berhubungan dengan pencapaian Tujuan / Cita-cita namun Masalah yang muncul cukup menguras waktu dan tenaga.

Cara kerja Karma Aktif Negatif bisa diibaratkan sebagai ‘Debt Collector’ yang terus-menerus datang menagih pelunasan dari si penghutang (manusia). Bilamana manusia sudah merasakan banyak kenikmatan hidup dan kepuasan maka si ‘Debt Collector’ ini akan datang untuk menagih pelunasan atas kenikmatan hidup tersebut dengan cara memunculkan banyak Masalah dan Kesulitan-kesulitan untuk dihadapi dan ditangani oleh orang tersebut akibatnya Orang tersebut akan dituntut dan dipaksa untuk Bekerja Keras lebih untuk menangani masalah-masalah lainnya diluar dari masalah pencapaian Tujuannya sehingga kehidupan dirasakan seperti penuh dengan perjuangan dan kerja keras untuk menaklukkan kesulitan. Peraturan Karma Aktif Negatif ini yaitu Kerja Keras Lebih, Pengorbanan dan Perjuangan menaklukkan kesulitan adalah Bayaran / Harga yang harus dibayar untuk memenuhi tagihan si ‘Debt Collector’

Pada keadaan dititik normal, manusia tetap merasakan banyak kenikmatan hidup seperti kesehatan, mudah beraktivitas, bisa makan dan minum serta aktivitas lainnya sehingga Karma Aktif Negatif tetap bekerja sebagai ‘Debt Collector’ yang datang untuk menagih pelunasan atas kenikmatan hidup tersebut sesuai dengan porsinya dengan memunculkan Masalah dan Kesulitan-kesulitan sesuai porsinya untuk dihadapi dan ditangani oleh orang tersebut. Semakin tinggi intensitas kenikmatan hidup yang diperoleh maka semakin tinggi intensitas kedatangan si ‘Debt Collector’ memunculkan banyak masalah baru, sama seperti pepatah Orang awam pada umumnya yaitu ‘Semakin tinggi Pohon, semakin kencang angin yang menerpanya’

Karma Aktif-Negatif bilamana tidak terkendali, tidak dijinakkan maka Kekuatan karma ini yang saya contohkan sebagai ‘Debt Collector’, akan bekerja mirip seperti Parasit yang beresiko Menghambat seseorang untuk mencapai Tujuannya/Cita-cita Utamanya karena orang tersebut akan terus-menerus DIRIBETKAN oleh Masalah-masalah yang tidak penting dan tidak berhubungan dengan cita-cita utamanya akibatnya Orang tersebut beresiko Kehilangan Fokus untuk meraih Cita-citanya.

Karma Aktif-Negatif akan terus-menerus datang pada keseharian manusia memunculkan masalah dan kesulitan-kesulitan baru. Masalah yang dimunculkan Karma ini yaitu menggunakan diri sendiri dan media orang lain sebagai Sumber Permasalahannya dimana Jenis karma ini akan menuntut seseorang untuk Bekerja Keras Lebih melalui media orang disekitarnya yang berubah karena dipengaruhi oleh karma ini sehingga menjadi serba Menuntut ataupun masalah pribadi yang tiba-tiba muncul menjadi membesar sehingga kehidupan orang tersebut akan penuh dengan kerja keras dan perjuangan untuk menaklukkan masalah-masalah baru.

Bahkan, Anda diam pun, tidak beraktivitas sekalipun, Karma Aktif Negatif ini akan terus menuntut, membawakan masalah baru melalui media orang disekitar nya yang berubah menjadi lebih menuntut dan mendatangkan kesulitan-kesulitan baru untuk ditangani dan diatasi (terlepas dari penggunaan Nama ideal) sehingga walaupun seseorang sudah menggunakan Nama Ideal, dia akan tetap perlu berjuang menghadapi masalah dan kesulitan yang datang, tentunya mereka yang menggunakan Nama Ideal akan lebih mudah menaklukkan kesulitan dan masalah yang datang dalam kesehariannya. Namun bila dia belum menggunakan Nama ideal apalagi bila orang tersebut menggunakan Struktur Nama yang buruk dan tidak tahu cara mengendalikan jenis karma ini maka sudah dapat dipastikan masalah yang datang menjadi sulit untuk diatasi yang menyebabkan mereka Terhambat, menjadi Lumpuh Tindakan karena seperti tercipta Penjara, Pembatasan dan Ketakutan didalam pikirannya sehingga mengalami banyak kesulitan yang memicu munculnya Konflik, Kekecewaan dan Ketidakharmonisan.

Karma Aktif Negatif ini akan terus menuntut bayaran Kerja Keras ataupun Pengorbanan hingga orang tersebut menjalani kehidupan yang tidak tenang dan tidak fokus, yang bila tidak terkendali, akan terus mendatangkan masalah dan kesulitan-kesulitan untuk dihadapi oleh orang tersebut hingga statusnya ‘terbayar’ melalui banyak usaha, banyak tenaga, banyak kerja, pengeluaran uang dan bentuk pengorbanan lainnya hingga Karma Aktif-Negatif ini mencapai titik seimbang. Dititik seimbang, Karma ini tidak lagi bekerja sementara waktu karena telah ‘terbayar’ dan setelah ‘terbayar’ maka orang tersebut mampu kembali fokus pada pencapaian Cita-cita utamanya yang menjadi Tujuannya ataupun sekedar mendapatkan Ketenangan (bila belum memiliki cita-cita).

Jenis Karma ini bekerja setiap hari dan karma ini merupakan bagian dari Sistem Karma yang merupakan salah satu elemen pembentuk jalan nasib manusia. Kemunculan Karma aktif memang lebih sering (dibandingkan karma pasif), namun tidak lebih sering dari efek Energi Nama. Baik Karma maupun Energi Nama keduanya bergantian memunculkan Efek dan Momentum dalam perjalanan waktu namun Energi Nama memiliki porsi yang lebih sering sehingga lebih dominan berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Energi Nama mampu mempengaruhi Jenis Karma ini menjadi lebih jinak ataupun malah menjadi lebih ganas dalam memunculkan kesulitan sehingga penggunaan Struktur Nama Ideal akan menjadi hal yang sangat berpengaruh pada Sistem Karma

Kombinasi Idealnya adalah penggunaan Struktur Nama Ideal adalah yang Paling Utama, namun dengan kemampuan menjinakkan jenis karma ini secara manual akan memberikan nilai tambah untuk mendapatkan tambahan ketenangan, kesejukkan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menguasai kombinasi Elemen Pembentuk Jalan Nasib berupa Nama ideal dan Karma ideal adalah hal yang sangat bermanfaat dan berharga dalam pengetahuan Sistem kerja Nasib di semesta. Pengetahuan tentang cara menjinakkan / mengendalikan Karma Aktif Negatif secara manual merupakan Keahlian khusus yang dimiliki oleh Konsultan.

  1. Karma Aktif-Positif

Karma Aktif-Positif bekerja berkebalikan dengan Karma Aktif-Negatif. Pada keadaan yang dibiarkan, Karma ini bekerja memunculkan keberuntungan pada orang tersebut sehingga masalah yang dihadapi menjadi lebih mudah ditangani, dan juga memunculkan kharisma sehingga orang tersebut mendapat perhatian, simpatik dan pertolongan dari orang lain serta berpotensi mendapatkan keberuntungan besar yang akan muncul pada hari dimana karma ini bekerja, disadari ataupun tidak disadari. Karma ini bekerja dengan puncaknya selama 3x ataupun 3 hari dalam 1 bulan secara acak sehingga dalam 1 bulan akan ada 3 hari acak yang penuh dengan keberuntungan (terlepas seseorang menggunakan Nama Ideal ataupun tidak).

Nama Ideal akan mampu memperbesar kerja Karma Aktif-Positif sehingga keberuntungan menjadi lebih sering muncul dari biasanya, dari 3x dalam sebulan menjadi 10x dalam sebulan. Jadi Struktur Nama ideal ini akan sangat membantu manusia menjalani kesehariannya dan memberikan banyak kemudahan serta keberuntungan dalam mencapai cita-citanya.

Bila dianalisa, dibiarkan tidak terkendali, maka kerja Karma Aktif-Positif ini lebih jarang memunculkan keberuntungan dibandingkan dengan kerja Karma Aktif-Negatif yang lebih sering memunculkan masalah dan kesulitan. sehingga Manusia pada dasarnya akan tetap perlu berjuang menghadapi masalah dan kesulitan yang datang, tentunya mereka yang menggunakan Nama Ideal akan lebih mudah menaklukkan kesulitan dan masalah yang datang dalam kesehariannya serta selalu menjadi kelompok Pemenang.

 

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!